Minggu, 08 Mei 2011

Kendaraan Perang Pada Perang Dunia I

Schneider CA1
Tank adalah kendaraan perang lapis baja yang menggunakan roda berlapis rantai dan dilengkapi dengan meriam. Tank pertama kali digunakan pada saat Perang Dunia I, lahir dari sebuah gagasan Angkatan Darat Inggris dan dulunya fungsi tank hanya untuk menyeberang parit, melewati dan merusak pagar kawat berduri,dan medan berat lainnya. Tank pertama kali diuji oleh Inggris pada tanggal 6 September 1915 dan dipakai untuk pertama kalinya pada Perang Dunia I oleh Kapten H.W. Mortimore dengan membawa sebuah Tank Mark I dalam pertempuran di Somme pada tanggal 15 September 1916.
Tank Mark I Buatan Inggris

Perancis pun tak mau kalah, Mereka ikut mengembangkan Tank Schneider CA1 yang dibuat dari traktor Caterpillar dan digunakan untuk yang pertama kalinya pada tanggal 16 April 1917. Hingga pada akhirnya, semua negara yang ikut terlibat dalam Perang Dunia I pun melakukan produksi tank secara besar-besaran dan digunakan dalam Pertempuran Cambrai pada 21 November 1917. Berubah-ubahnya kondisi medan perang dan makin menurunnya kinerja tank, memaksa setiap negara di blok sekutu untuk mengembangkan tank. Tank terus berkembang dalam Perang Dunia I ini, contohnya Tank Mark V yang dibuat lebih panjang sehingga bisa melewati segala medan berat seperti parit-parit yang lebar dan luas sekalipun.
Tank Mark V

Senjata utama dari sebuat tank adalah meriam. Dahulu, saat Perang Dunia I meletus, meriam tank dibidik hanya dengan mata sehingga jarang mengenai target secara tepat. Apalagi jika meriam ditembakkan saat tank sedang bergerak atau berjalan, pastinya kurang akurat.

Sabtu, 07 Mei 2011

Sniper Berbahaya pada Perang Dunia I

Francis Pegahmagabow (1891-1952)
Namanya adalah Francis Pegahmagabow, lahir pada 9 Maret 1891 di tempat yang sekarang bernama Shawanaga First nation,Kanada. Dia adalah putera dari pasangan Michael Pegahmagabow dan Maria Trusk. Ia adalah bangsa Aborigin pertama dalam sejarah militer Kanada sebagai Penembak jitu paling efektif di Perang Dunia I. Dalam catatan prestasi militernya disebutkan, bahwa Francis Pegahmagabow menewaskan sebanyak 378 Pasukan Jerman dan menangkap kurang lebih 300 lainnya.
Dia mengawali karirnya sebagai petugas pemadam kebakaran Angkatan Laut di Departemen Perikanan dan Kelautan di Great Lakes,Kanada. Setelah pecahnya Perang Dunia I, Pegahmagabow dengan sukarela bergabung dengan pasukan ekspedisi Kanada Pada bulan Agustus 1914 dan dikirim ke Batalyon Resimen 23 Kanada. Pada bulan Februari 1915 dia dikirim bersama dengan pasukan Kanada yang lainnya untuk bertempur di Eropa, dan tak lama sesudah kedatangannya di benua itu dia bergabung dalam Pertempuran kedua Ypres, dimana Jerman untuk pertama kalinya menggunakan gas klorin di front barat. Selama pertempuran itu dia membangun reputasi sebagai penembak jitu dan pengintai. Kemudian Batalyonnya ikut mengambil bagian dalam pertempuran Somme (Battle of the Somme) dan selama pertempuran itu dia mendapatkan cedera pada kaki kirinya. Saat ia sembuh, Batalyon 1  pindah ke Belgia dan ia pun ikut serta. Selama hampir setahun peperangan membentang dua kali, Pegahmagabow menerima Medali Militer atas jasa dan keberanian serta kesetiaannya dalam bertugas. Pada tanggal 6 hingga 7 November 1917, Pegahmagabow kembali menerima pernghargaan atas aksinya dalam Pertempuran kedua Passchendaele (Second Battle of passchendaele),selama pertempuran itu ia ditugaskan bersama batalyonnya untuk melancarkan serangan di Passchendaele, pada saat itu ia dipromosikan sebagai Kopral dan selama pertempuran itu tercatat ia memainkan peranan penting sebagai penghubung antar unit Batalyon 1. Kemudian pada tanggal 30 Agustus 1918, Pegahmagabow terlibat dalam melawan serangan Jerman di Orix Trench, dekat Upton Wood. Saat itu ia dan juga pasukannya mulai kehabisan amunisi dan terancam menyerah. Dalam upayanya mencegah itu terjadi, ia berusaha untuk mencari persediaan yang dibutuhkan. Dengan menenteng senapan mesin yang berat, ia melakukan tembakan perlindungan untuk keluar dari tempatnya bertahan dan setelah ia kembali dengan amunisi yang cukup, ia pun melakukan serangan balik yang cukup hebat kepada musuh. Dan atas upaya ini Pegahmagabow menerima Bar kedua untuk medali militernya. Menjadikannya sebagai satu dari 39 orang Kanada yang menerima penghargaan.

Medali milik Francis Pegahmagabow








Jumat, 06 Mei 2011

Mata Hari - Agen rahasia wanita di Perang Dunia I

Margaretha Zelle dilahirkan di Leeuwarden,Friesland, Belanda pada tanggal 7 agustus 1876, Putri dari pasangan Adam Zelle dan Antje van der Meulen. Kisah hidup wanita ini sangatlah suram, pada saat ia masih bersekolah di sekolah guru, dia membuat masalah dengan berskandal dengan kepala sekolahnya yang membuatnya harus dikeluarkan dari sekolahnya. Menikah pada usia 18 tahun, dengan usia yang terpaut 20 tahun dari suaminya yang seorang Angkatan laut Belanda. Mereka pernah tinggal di Jawa dan Sumatera pada tahun 1897-1902 hingga akhirnya mereka bercerai pada tahun 1906.
 Mengawali karier sebagai penari erotis di Paris, dikarenakan keahliannya menari erotic temple dance yang pernah dia pelajari dari India. Karena daya pikatnya yang tinggi, dia menjadi sangat terkenal sehingga membuatnya mendapat tawaran menari di berbagai kota besar di Eropa. Kondisi inilah yang menyeretnya kedalam dunia spionase. Karena terkenal sering bepergian, Margareth dengan mudahnya bisa menyusup, termasuk pada masa Perang Dunia I. Di banyak tempat,dia melakukan affair dengan orang-orang penting,dia juga ditawari menjadi agen rahasia Perancis dengan bayaran 1 Juta Frank pada saat itu. Wanita ini memiliki kode rahasia H21.
Seorang agen rahasia dari Inggris mulai curiga dengan aktivitas yang dilakukan oleh Mata Hari, lalu dia menginterogasinya. Tetapi usahanya tidak berhasil. Mata Hari tidak pernah mau untuk membuka mulutnya. Beberapa kali kegiatan menginterogasi sang penari erotis ini dilakukan,namun hasilnya tetaplah nihil. Sampai pada suatu ketika seorang agen rahasia Perancis menangkapnya saat dia akan menyeberang Perancis untuk menemui salah satu affairnya. Agen itu menangkap Mata Hari karena ia diyakini sebagai "The Greatest Woman Spy" yang harus bertanggung jawab atas kematian ribuan tentara akibat informasi yang diberikannya. Dia lalu diadili di Pengadilan Perang,yang kemudian dieksekusi dihadapan regu tembak pada tanggal 15 Oktober 1917.
Salah satu adegan Margaretha Zelle (Mata Hari) di atas Panggung