Sabtu, 07 Mei 2011

Sniper Berbahaya pada Perang Dunia I

Francis Pegahmagabow (1891-1952)
Namanya adalah Francis Pegahmagabow, lahir pada 9 Maret 1891 di tempat yang sekarang bernama Shawanaga First nation,Kanada. Dia adalah putera dari pasangan Michael Pegahmagabow dan Maria Trusk. Ia adalah bangsa Aborigin pertama dalam sejarah militer Kanada sebagai Penembak jitu paling efektif di Perang Dunia I. Dalam catatan prestasi militernya disebutkan, bahwa Francis Pegahmagabow menewaskan sebanyak 378 Pasukan Jerman dan menangkap kurang lebih 300 lainnya.
Dia mengawali karirnya sebagai petugas pemadam kebakaran Angkatan Laut di Departemen Perikanan dan Kelautan di Great Lakes,Kanada. Setelah pecahnya Perang Dunia I, Pegahmagabow dengan sukarela bergabung dengan pasukan ekspedisi Kanada Pada bulan Agustus 1914 dan dikirim ke Batalyon Resimen 23 Kanada. Pada bulan Februari 1915 dia dikirim bersama dengan pasukan Kanada yang lainnya untuk bertempur di Eropa, dan tak lama sesudah kedatangannya di benua itu dia bergabung dalam Pertempuran kedua Ypres, dimana Jerman untuk pertama kalinya menggunakan gas klorin di front barat. Selama pertempuran itu dia membangun reputasi sebagai penembak jitu dan pengintai. Kemudian Batalyonnya ikut mengambil bagian dalam pertempuran Somme (Battle of the Somme) dan selama pertempuran itu dia mendapatkan cedera pada kaki kirinya. Saat ia sembuh, Batalyon 1  pindah ke Belgia dan ia pun ikut serta. Selama hampir setahun peperangan membentang dua kali, Pegahmagabow menerima Medali Militer atas jasa dan keberanian serta kesetiaannya dalam bertugas. Pada tanggal 6 hingga 7 November 1917, Pegahmagabow kembali menerima pernghargaan atas aksinya dalam Pertempuran kedua Passchendaele (Second Battle of passchendaele),selama pertempuran itu ia ditugaskan bersama batalyonnya untuk melancarkan serangan di Passchendaele, pada saat itu ia dipromosikan sebagai Kopral dan selama pertempuran itu tercatat ia memainkan peranan penting sebagai penghubung antar unit Batalyon 1. Kemudian pada tanggal 30 Agustus 1918, Pegahmagabow terlibat dalam melawan serangan Jerman di Orix Trench, dekat Upton Wood. Saat itu ia dan juga pasukannya mulai kehabisan amunisi dan terancam menyerah. Dalam upayanya mencegah itu terjadi, ia berusaha untuk mencari persediaan yang dibutuhkan. Dengan menenteng senapan mesin yang berat, ia melakukan tembakan perlindungan untuk keluar dari tempatnya bertahan dan setelah ia kembali dengan amunisi yang cukup, ia pun melakukan serangan balik yang cukup hebat kepada musuh. Dan atas upaya ini Pegahmagabow menerima Bar kedua untuk medali militernya. Menjadikannya sebagai satu dari 39 orang Kanada yang menerima penghargaan.

Medali milik Francis Pegahmagabow








Tidak ada komentar:

Posting Komentar